TOL TRANS JAWA yang TIDAK LAGI JUMAWA

Pembangunan tol dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa yang digadang gadang akan menyelesaikan banyak masalah ternyata ditanggapi beragam.

Tol sepanjang hampir 1200 kilometer yang menghubungkan pulau Jawa dari Merak hingga Banyuwangi sebenarnya bukanlah pembangunan yang ujug ujug dikerjakan. Proyek ini sudah dimulai sejak jaman pemerintahan Soeharto, hanya saja pembangunan tersebut sempat terhenti karena krisis moneter yang dialami Indonesia di 1998. Proyek pembangunan tersebut melambat dan mulai dipacu lagi di tahun 2015. Sebagian besar jalan tol tersebut telah siap dinikmati oleh seluruh masyarakat di pulau jawa pada tahun ini.    

Banyak kalangan yang memuji kegesitan pemerintah yang mampu menyelesaikan jalan tol yang ditunggu tunggu dan tentu saja mengurangi kemacetan di jalur pantura dan jalur selatan. Seperti kita tahu jumlah kendaraan yang terus bertambah, walaupun diimbangi dengan penambahan ruas jalan, tetap tidak bisa mengimbangi jumlah kendaraan yang terus meroket seiring dengan naiknya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia.  

Naik kelasnya taraf hidup sebagian besar Keluarga yang dulunya hanya mampu menaiki roda dua, sekarang mampu menikmati nyamannya menaiki kendaraan berroda empat. Mereka bisa menikmati berwisata ke tempat yang lebih jauh dengan lebih lancar walaupun harus membayar biaya tol yang cukup tinggi. Satu kondisi yang patut disyukuri.

Para pelaku logistik pun menanggapi beragam dengan adanya Tol Trans Jawa ini.

Di satu sisi perjalanan pengantaran barang jadi lebih cepat, tapi di sisi lain mereka harus benar benar berhitung dengan bertambahnya biaya perjalanan dengan tarif tol yang cukup tinggi. Untuk truck yang masuk golongan V biaya tol dari Jakarta ke Surabaya bisa mencapai lebih dari 1.4 juta. Belum lagi harga makanan yang dimonopoli oleh pedagang di Rest area cukup tinggi. Sopir yang mendapat jatah borongan untuk satu pekerjaan pengantaran dari Jakarta ke Surabaya lebih memilih jalan Pantura daripada Tol Trans Jawa. 

Di sisi lain beberapa perusahaan logistik yang lebih mementingkan kecepatan pengantaran bersyukur dengan adanya Tol Trans Jawa ini. Ini adalah pilihan yang melegakan, karena tol membebaskan mereka dari gangguan para preman yang sering beredar bila mereka melewati Pantura.    

Para pengamat menanggapi pembangunan Tol Trans Jawa ini juga beragam. Sebagian besar tentu menyambut positif dengan pembangunan Tol Trans Jawa, tapi tidak sedikit juga yang berkomentar nyinyir. Tahun 2019 disebut sebagai tahun politik, sehingga kita tidak bisa mendapatkan penilaian yang benar benar jujur, tanpa ada kepentingan pihak manapun.      

Bagaimanapun Tol Trans Jawa adalah sebuah prestasi. Sebuah babak baru dalam pembangunan Infra struktur di Indonesia. Semoga dengan perbaikan infra struktur, semakin berjayalah Logistik Indonesia.   

19 Maret 2019

_PRINT

Social Media
fb new  ig baru  
Our Office

Jl. S Parman No.58
Komplek Royal Palace B-26
Waru - Sidoarjo 61256
Indonesia

Telp : +62 31 854 5979
+62 31 854 5480
Fax. : +62 31 8558 2171
Email : info@csa-cargo.com
Web. : www.csa-cargo.com